Journal Digital 001Journal Digital 002Journal Digital 003Journal Digital 004Journal Digital 005Journal Digital 006Journal Digital 007Journal Digital 008Journal Digital 009Journal Digital 010Journal Digital 011Journal Digital 012Journal Digital 013Journal Digital 014Journal Digital 015Journal Digital 016Journal Digital 017Journal Digital 018Journal Digital 019Journal Digital 020LP3I Journal 0001LP3I Journal 0002LP3I Journal 0003LP3I Journal 0004LP3I Journal 0005LP3I Journal 0006LP3I Journal 0007LP3I Journal 0008LP3I Journal 0009LP3I Journal 0010LP3I Journal 0011LP3I Journal 0012LP3I Journal 0013LP3I Journal 0014LP3I Journal 0015LP3I Journal 0016LP3I Journal 0017LP3I Journal 0018LP3I Journal 0019LP3I Journal 0020Dialektis News 001Dialektis News 002Dialektis News 003Dialektis News 004Dialektis News 005Dialektis News 006Dialektis News 007Dialektis News 008Dialektis News 009Dialektis News 010Dialektis News 011Dialektis News 012Dialektis News 013Dialektis News 014Dialektis News 015Dialektis News 016Dialektis News 017Dialektis News 018Dialektis News 019Dialektis News 020Borneo News 89001Borneo News 89002Borneo News 89003Borneo News 89004Borneo News 89005Borneo News 89006Borneo News 89007Borneo News 89008Borneo News 89009Borneo News 89010Borneo News 89011Borneo News 89012Borneo News 89013Borneo News 89014Borneo News 89015Borneo News 89016Borneo News 89017Borneo News 89018Borneo News 89019Borneo News 89020

Minuman Tradisional Penghangat Bandung: 5 Pilihan untuk Cuaca Dingin

Minuman Tradisional Penghangat Bandung

thepicklemiami.com – Suhu Bandung mencapai 14,4°C di Lembang pada Agustus 2025, mendorong warga mencari Minuman Tradisional Penghangat Bandung seperti bandrek dan bajigur. Minuman herbal ini tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga kaya manfaat kesehatan, seperti meningkatkan imun dan melancarkan pencernaan. Artikel ini merangkum lima minuman tradisional, manfaatnya, dan penjelasan ilmiah, diadaptasi dari detikJabar per 17 September 2025.

Fenomena Suhu Dingin di Bandung

BMKG mencatat suhu Bandung turun hingga 17,2°C, bahkan 14,4°C di Lembang pada 15 Agustus 2025. Menurut Teguh Rahayu dari Stasiun Geofisika Bandung, angin monsun Australia membawa udara dingin dan kering, ditambah minimnya awan malam hari. Fenomena ini berlangsung hingga akhir Agustus. Oleh karena itu, Minuman Tradisional Penghangat Bandung menjadi solusi nikmat dan sehat.

1. Bandrek: Pedas Jahe yang Menghangatkan

Bandrek, ikon Sunda, menawarkan rasa pedas jahe dan manis gula merah. Bahan utama meliputi jahe bakar, gula merah, serai, kayu manis, dan cengkeh. Jahe kaya gingerol, yang menurut NCBI meningkatkan termogenesis dan imun. Selain itu, bandrek meredakan flu dan batuk. Dengan demikian, bandrek ideal untuk cuaca dingin Bandung.

2. Bajigur: Gurih Manis yang Menenangkan

Bajigur, minuman Sunda lainnya, menggabungkan santan, gula aren, jahe, dan daun pandan, sering disajikan dengan kolang-kaling. Kementerian Kesehatan menyebutkan santan kaya kalsium untuk tulang, sementara gula aren rendah indeks glikemik. Untuk itu, bajigur memberikan kehangatan dan nutrisi, cocok untuk bersantai di malam dingin.

3. Wedang Jahe: Klasik dan Penuh Khasiat

Wedang jahe, sederhana namun efektif, dibuat dari jahe geprek, air, gula merah, serai, dan daun pandan. Menurut WebMD, jahe mengatasi mual dan mendukung pencernaan. Selain itu, minuman ini menghangatkan tubuh secara instan. Oleh sebab itu, wedang jahe menjadi pilihan populer dalam Minuman Tradisional Penghangat Bandung.

4. Teh Serai dan Kayu Manis: Aroma Menenangkan

Teh serai dan kayu manis dibuat dari serai geprek dan kayu manis rebus. Healthline menjelaskan serai bersifat antibakteri, sementara kayu manis mengontrol gula darah. Kombinasi ini memberikan kehangatan dan relaksasi. Dengan kata lain, teh ini cocok untuk cuaca dingin sekaligus menjaga kesehatan.

5. Wedang Uwuh: Rempah Kaya Antioksidan

Wedang uwuh dari Yogyakarta, berarti “sampah” karena tampilan rempahnya, mengandung jahe, kayu secang, daun cengkeh, dan serai. Kementerian Kesehatan mencatat rempah ini kaya antioksidan untuk imun. Untuk itu, wedang uwuh melengkapi Minuman Tradisional Penghangat Bandung dengan cita rasa unik.

Ilmu di Balik Kehangatan

Jahe, bahan utama bandrek dan wedang jahe, mengandung gingerol dan shogaol yang merangsang termogenesis, menurut NCBI. Kayu manis dan serai memperlancar peredaran darah, meningkatkan stamina. Mayo Clinic menyebutkan sinamaldehid dalam kayu manis mendukung kontrol diabetes. Oleh karena itu, minuman ini tidak hanya menghangatkan, tetapi juga menyehatkan.

Tips Menikmati Minuman Tradisional Penghangat Bandung

  • Gunakan jahe segar untuk rasa maksimal.
  • Ganti gula merah dengan madu untuk opsi lebih sehat.
  • Seduh di pagi atau malam untuk efek hangat optimal.
  • Tambahkan sedikit lada untuk sensasi pedas ekstra.

Dengan demikian, minuman ini mudah diadaptasi sesuai selera.

Kesimpulan

Minuman Tradisional Penghangat Bandung seperti bandrek, bajigur, wedang jahe, teh serai, dan wedang uwuh menawarkan kehangatan di suhu 14,4°C. Kaya rempah seperti jahe dan kayu manis, minuman ini mendukung imun, pencernaan, dan stamina. Dengan manfaat ilmiah dan cita rasa Nusantara, minuman ini wajib dicoba. Oleh sebab itu, nikmati warisan kuliner ini untuk hadapi cuaca dingin!

Related Post