Salah sebut nama pada akad nikah menarik perhatian publik setelah seorang lelaki mualaf harus mengulang lafaz akad sebanyak lima kali di hadapan tok kadi di Petaling Jaya. Peristiwa itu menjadi sorotan karena terjadi di momen sakral saat pasangan resmi menikah.

Insiden tersebut melibatkan Amin Lai Abdullah, 56, yang dilaporkan tersasul menyebut nama istrinya dengan pengucapan yang keliru. Kesalahan itu memaksa proses akad dinyatakan tidak selesai dan diulang hingga lafaz yang benar dilontarkan.
kesalahan saat lafaz akad
Peristiwa mendebarkan itu bermula ketika Amin yang berbangsa Cina dan memiliki pelat dalam pengucapan tersasul saat menyebut nama pasangannya. Nama yang terucap salah adalah “Salena Benteng Abdullah”, sehingga akad perlu diulang. Total pengulangan lafaz akad tercatat sebanyak lima kali sebelum penyebutan nama yang benar dilakukan.
Siapa pasangan yang menikah
Pasangan yang melangsungkan pernikahan itu adalah Amin Lai Abdullah, 56, dan Siti Zaleha Abdullah, 47. Dalam pernikahan tersebut, Amin disebut sebagai seorang mualaf. Siti Zaleha berasal dari latar belakang etnis India. Prosesi nikah berlangsung di Petaling Jaya dengan tok kadi yang memimpin akad nikah.
Daya tarik berita dan perhatian publik
Keunikan insiden ini, yakni pengulangan akad karena salah sebut nama, membuatnya mencuri perhatian. Momen semacam ini sering menjadi pembicaraan karena terjadi pada saat yang dianggap sakral dan formal. Kesalahan pengucapan, sekalipun tidak disengaja, bisa menjadi momen yang mengundang perhatian karena melibatkan unsur emosional dari akad nikah.
Meskipun detail lengkap suasana dan reaksi hadirin tidak diuraikan secara mendalam, fakta bahwa akad harus diulang lima kali menunjukkan betapa pentingnya ketepatan lafaz dalam upacara pernikahan tersebut. Nama-nama pasangan dan identitas singkat mereka — termasuk status mualaf Amin dan latar etnis Siti Zaleha — menjadi bagian penting dari laporan tentang kejadian itu.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa acara nikah, selain bermakna religius dan personal, juga rawan terhadap kejadian tak terduga yang dapat menarik perhatian masyarakat luas. Kasus salah sebut nama seperti ini kerap mengingatkan pentingnya persiapan dan ketenangan saat melaksanakan prosesi akad.
Meski demikian, inti dari kejadian tersebut tetap pada terselenggaranya pernikahan Amin dan Siti Zaleha setelah lafaz akad yang benar akhirnya diucapkan. Peristiwa itu tercatat sebagai salah satu momen tak biasa dalam catatan pernikahan yang berlangsung di Petaling Jaya.
