Medan Selera 223, yang terletak di Medan Selera Seksyen 51A, Petaling Jaya, kembali dilanda banjir kilat pada petang kelmarin. Kejadian itu menyebabkan air naik dengan cepat dan sekali lagi memaksa para peniaga menanggung kerugian mencapai ribuan ringgit.

Peristiwa kali ini merupakan insiden banjir kelima yang dihadapi peniaga di lokasi tersebut sepanjang tahun ini. Mayoritas peniaga menyatakan perasaan “letih” dan “buntu” setelah berulang kali menghadapi situasi serupa.
Banjir kilat yang berulang
Banjir kilat yang menimpa Medan Selera 223 terjadi secara mendadak pada petang kelmarin, sehingga premis-premis di kawasan itu sempat dinaiki air dalam singkat. Hal ini menimbulkan gangguan operasi jual-beli dan menambah beban bagi para peniaga yang sudah mengalami beberapa kejadian serupa sepanjang tahun.
Dinyatakan bahwa ini adalah kejadian kelima dalam kurun tahun ini, menggambarkan pola berulang yang semakin mengecewakan pelaku usaha mikro dan kecil di pusat makanan tersebut. Frekuensi kejadian membuat sebagian peniaga khawatir tentang kesinambungan usaha mereka jika kondisi serupa terus berulang.
Beban kerugian bagi peniaga
Para peniaga melaporkan kerugian mencapai ribuan ringgit akibat banjir kilat kali ini. Nilai kerugian tersebut mencerminkan dampak finansial yang nyata, terutama bagi pedagang kecil yang marginnya tipis. Kehilangan stok dagangan, gangguan aktivitas harian, dan biaya tambahan untuk membersihkan area serta mengganti barang yang rusak turut menjadi bagian dari beban yang dihadapi.
Kerugian berulang setiap kali banjir terjadi memperkecil ruang gerak peniaga untuk memulihkan modal dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Situasi ini juga memicu rasa kelelahan mental dan kebingungan tentang langkah yang harus diambil untuk mencegah dampak serupa di masa depan.
Suasana dan reaksi peniaga
Di peniaga yang ditemui, kata-kata “letih” dan “buntu” sering muncul menggambarkan perasaan umum di kalangan mereka. Rasa lelah bukan hanya karena kerugian material, tetapi juga karena beban emosional menghadapi ketidakpastian operasi harian. Beberapa peniaga menyebut bahwa berulangnya banjir memengaruhi kepercayaan diri pelanggan dan stabilitas usaha.
Walaupun kejadian ini menimbulkan keprihatinan, para peniaga masih berusaha membersihkan dan memulihkan operasi setidaknya dalam jangka pendek agar tetap melayani pelanggan. Upaya pembersihan dan penataan ulang tempat usaha menjadi kegiatan segera yang perlu dilakukan setelah air surut.
Kejadian banjir kelima ini menyoroti kerentanan kawasan berfungsi sebagai pusat makanan di tengah cuaca ekstrem atau masalah drainase lokal. Dampaknya terasa langsung oleh pemilik kedai kecil yang bergantung pada omset harian untuk bertahan.
Peristiwa yang terjadi pada petang kelmarin meninggalkan kesan letih di kalangan peniaga Medan Selera 223. Mereka kini berada dalam situasi di mana frekuensi banjir dan kerugian yang berulang menuntut perhatian lebih lanjut untuk mencari solusi jangka panjang. Hingga kini, para peniaga terus menyusun langkah pemulihan sambil menunggu periode berikutnya agar usaha mereka dapat kembali stabil.
